KONTENKILAT
Alur Workflow

Dari Brand Brief sampai Prompt AI Video

Semua template mulai dari satu titik (Peta Brand) dan berakhir di satu titik juga: prompt siap tempel ke AI video atau gambar. Klik node mana saja buat langsung buka templatenya.

Geser ke samping kalau diagramnya kepotong di layar kecil.

Contoh Hasil

Tiga Jenis Output dari Satu Template

Ilustrasi konsep — bukan hasil generate AI sungguhan — buat bayangin ke arah mana prompt-nya bisa dibawa. Hasil aslinya kamu dapat sendiri setelah tempel prompt-nya ke AI video/gambar pilihanmu.

Kedai Kopi Senja
Runway

Video vertikal 9:16, suasana golden hour di kedai kopi — dari studi kasus Promo Jam Belajar.

Glowin Skin
Midjourney

Flat lay studio, botol serum di atas latar pastel — dari studi kasus testimoni pelanggan.

@duitpintar.id
Ideogram

Infografis edukasi, gaya flat design — dari studi kasus carousel dana darurat.

Contoh Kasus Nyata

Tiga Bisnis, Tiga Jalur Berbeda di Alur yang Sama

Contoh Kasus 1

Kedai Kopi Senja, dari Brand Brief sampai Video

Dimas baru buka warung kopi kecil deket kampus. Begini alur 4 langkah yang dia pakai — isian asli, bukan contoh kosong — sampai dapat prompt video siap generate, tanpa kru syuting.

1
Peta BrandFondasi

Dimas baru buka Kedai Kopi Senja, warung kopi kecil deket kampus. Dia belum pernah bikin konten sosial media dan nggak tahu mau mulai dari mana.

Input
Nama brand: Kedai Kopi Senja
Produk: kopi susu & pour-over, tempat nongkrong kecil deket kampus
Target audiens: mahasiswa & pekerja muda 20-30 tahun, budget terbatas, cari tempat tenang buat nugas
Masalah yang diselesaikan: coffee shop yang nggak berisik, harga bersahabat, WiFi kenceng
Referensi gaya: akun kedai kopi lokal yang santai tapi informatif
Kepribadian: hangat, santai, jujur, sedikit puitis
Pantangan: jangan sok mewah, jangan istilah kopi teknis tanpa penjelasan
Output
## Brand Brief: Kedai Kopi Senja
**Audiens:** Mahasiswa & pekerja muda 20-30 tahun, cari tempat ngopi tenang buat nugas, budget terbatas.
**Masalah yang kita jawab:** Susah cari coffee shop yang nggak berisik, harga masuk akal, WiFi kenceng.
**Kepribadian brand:** Hangat, santai, jujur, sedikit puitis.
**Gaya bahasa:** Santai, "aku-kamu", kalimat pendek, emoji secukupnya.
**Kalimat pembuka khas:** "Sore ini butuh secangkir yang nemenin, bukan yang bikin dompet nangis."
**Kata yang dihindari:** "premium", "eksklusif", jargon kopi tanpa penjelasan.
**Elevator pitch:** Tempat ngopi santai deket kampus, kopi enak harga bersahabat, WiFi kenceng buat nugas.
2
Pemburu IdeKonten Organik

Brand Brief udah jadi. Dimas tempel di awal, terus tanya ide konten buat minggu ini — dia sendiri buntu mau posting apa.

Input
[Brand Brief ditempel]
Niche: kedai kopi kecil deket kampus
Yang lagi terjadi: jam 3-5 sore selalu sepi, padahal jam paling pas buat promo
Output
5 ide konten minggu ini (dipilih 1):
3. "Promo Jam Belajar" — kopi susu diskon 20% jam 3-5 sore khusus yang bawa laptop/buku. Angle: ubah jam sepi jadi jam favorit anak nugas.
3
Skrip Video PendekKonten Organik

Ide "Promo Jam Belajar" udah dipilih. Sekarang diubah jadi naskah Reels 15 detik siap syuting.

Input
[Brand Brief ditempel]
Ide: Promo Jam Belajar — kopi susu diskon 20% jam 3-5 sore buat yang bawa laptop/buku
Platform: Instagram Reels, 15 detik
Output
HOOK (0-3 detik): "Jam segini biasanya laper diskon, bukan laper doang."
ISI (3-11 detik): Shot barista tuang susu ke es kopi susu, close-up. Cut ke suasana kedai — orang-orang nugas santai di meja kayu.
PENUTUP (11-15 detik): Teks di layar "Promo Jam Belajar, tiap hari 15.00-17.00" + VO: "Bawa laptop kamu, kopi susu diskon 20%."
4
Prompt AI Video & VisualProduksi AI Visual

Dimas nggak punya kru syuting hari itu. Naskah dari langkah 3 diubah jadi prompt video AI biar tetap ada materi buat diposting.

Input
[Brand Brief ditempel]
Draf konten: skrip Promo Jam Belajar dari langkah 3
Tool AI: Runway
Format: video vertikal 9:16, 15 detik
Output
Cozy, warmly lit small coffee shop interior in late afternoon golden hour light. Close-up of a barista pouring steamed milk into a glass of iced kopi susu. Cut to a wide shot of students working on laptops at wooden tables, relaxed atmosphere, plants in background. Handheld, slightly imperfect camera movement for an authentic vlog feel. Warm color grading, shallow depth of field. Vertical 9:16, 15 seconds.
Contoh Kasus 2

Glowin Skin, dari Testimoni sampai Foto Produk AI

Sari jualan serum vitamin C lokal lewat Instagram & Shopee. Kali ini alurnya lewat klaster Iklan & Penjualan, dan Prompt AI Video & Visual dipakai buat gambar produk — bukan video — karena Sari belum sempat foto ulang.

1
Peta BrandFondasi

Sari jualan serum vitamin C buatan sendiri, tapi captionnya masih asal-asalan dan suka kepancing ikut gaya skincare mahal yang nggak cocok sama brand-nya.

Input
Nama brand: Glowin Skin
Produk: serum vitamin C lokal buat kulit kusam, dijual online (IG & Shopee)
Target audiens: perempuan 18-30 tahun, mahasiswa & pekerja, concern kulit kusam/bruntusan, budget menengah
Masalah yang diselesaikan: skincare bagus tapi harga terjangkau, banyak review skincare mahal yang zonk
Referensi gaya: akun skincare lokal yang jujur, banyak before-after asli, nggak lebay
Kepribadian: jujur, ramah, encouraging, nggak sok medis
Pantangan: jangan klaim medis berlebihan ("menyembuhkan", "instan"), jangan bahasa yang bikin insecure
Output
## Brand Brief: Glowin Skin
**Audiens:** Perempuan 18-30 tahun, mahasiswa & pekerja, concern kulit kusam/bruntusan, budget menengah.
**Masalah yang kita jawab:** Cari skincare yang beneran works tapi nggak menguras dompet.
**Kepribadian brand:** Jujur, ramah, encouraging, nggak sok medis.
**Gaya bahasa:** Santai, "aku-kamu", suportif, sesekali emoji.
**Kalimat pembuka khas:** "Kulit kusam bukan berarti kamu kurang usaha, mungkin cuma belum ketemu yang cocok."
**Kata yang dihindari:** klaim "menyembuhkan"/"instan", bahasa yang bikin insecure.
**Elevator pitch:** Serum vitamin C lokal yang beneran ngefek buat kulit kusam, harga bersahabat buat mahasiswa & pekerja muda.
2
Racikan IklanIklan & Penjualan

Sari mau pasang iklan tapi cuma punya satu draf caption yang itu-itu terus. Dia butuh beberapa hook buat dites.

Input
[Brand Brief ditempel]
Produk: Serum Vitamin C 20ml, Rp 65rb
Keunggulan: cepat meresap, nggak lengket, hasil kelihatan dalam 2 minggu pemakaian rutin
Output
3 variasi hook (dipilih 1):
Hook A (dipilih): "Kulit kusam gara-gara begadang ngerjain tugas? Serum ini partner nugas kamu — meresap cepat, nggak lengket, hasil kelihatan 2 minggu."
3
Cerita TestimoniIklan & Penjualan

Ada testimoni asli masuk dari chat WhatsApp customer, tapi masih mentah dan terlalu casual buat langsung diposting.

Input
[Brand Brief ditempel]
Testimoni mentah: "kak serumnya enak bgt teksturnya g lengket, dipake 2minggu kulit aku mendingan cerah gak kusem lagi, makasih kak"
Output
"Awalnya cuma coba-coba karena harganya masuk akal. Ternyata teksturnya enak, nggak lengket sama sekali. Dua minggu rutin pakai, kulit aku kelihatan lebih cerah dan kusamnya berkurang." — pelanggan Glowin Skin
4
Prompt AI Video & VisualProduksi AI Visual

Testimoni udah rapi, tapi Sari belum sempat foto ulang produknya buat nemenin caption ini. Testimoni itu diubah jadi prompt gambar buat Midjourney.

Input
[Brand Brief ditempel]
Draf konten: testimoni dari langkah 3 + info produk (serum vitamin C, botol kaca kecil)
Tool AI: Midjourney
Format: foto produk studio, flat lay
Output
Clean studio flat lay photography of a minimalist glass serum bottle labeled 'Glowin Skin Vitamin C Serum', soft pastel pink background, soft diffused natural lighting, small water droplets on the bottle, a few citrus slices scattered around for a fresh vitamin C feel, top-down angle, high detail, commercial product photography style.
Contoh Kasus 3

@duitpintar.id, dari Satu Tulisan Panjang Jadi Banyak Konten

Bima bikin konten edukasi keuangan buat pekerja muda. Kasus ini buat akun edukasi: satu tulisan panjang didaur ulang jadi beberapa konten, pertanyaan follower dijawab siap pakai, terus salah satu potongannya diubah jadi visual edukasi.

1
Peta BrandFondasi

Bima mantan analis keuangan, sekarang bikin konten edukasi keuangan personal. Dia sering kepancing ikut gaya akun finansial lain yang kedengeran kayak ceramah dosen, padahal itu bukan gaya dia.

Input
Nama brand: @duitpintar.id (Bima)
Produk/jasa: konten edukasi keuangan personal, belum jual produk apa-apa
Target audiens: pekerja muda 22-28 tahun, gaji UMR-8jt, baru mulai kerja, bingung ngatur gaji sendiri
Masalah yang diselesaikan: nggak ngerti budgeting/nabung, takut mulai investasi karena istilahnya ribet, gampang kejebak pinjol/paylater
Referensi gaya: akun edukasi keuangan yang ngobrol santai kayak temen, bukan ceramah
Kepribadian: sabar, nggak menggurui, suka analogi sehari-hari, empatik
Pantangan: jangan jargon keuangan tanpa penjelasan, jangan judgy ke orang yang boros
Output
## Brand Brief: @duitpintar.id
**Audiens:** Pekerja muda 22-28 tahun, gaji UMR-8jt, baru mulai kerja, bingung ngatur gaji sendiri.
**Masalah yang kita jawab:** Nggak ngerti budgeting/nabung, takut mulai investasi, gampang kejebak pinjol/paylater.
**Kepribadian brand:** Sabar, nggak menggurui, suka analogi sehari-hari, empatik.
**Gaya bahasa:** Santai kayak ngobrol sama teman, "aku-kamu", banyak analogi, jargon selalu dijelaskan.
**Kalimat pembuka khas:** "Gajian numpang lewat itu bukan salah kamu boros, mungkin cuma belum ada sistemnya."
**Kata yang dihindari:** jargon keuangan tanpa penjelasan, nada menggurui/judgy.
**Elevator pitch:** Konten edukasi keuangan yang ngobrol santai, bukan ceramah, buat pekerja muda yang baru belajar ngatur gaji.
2
Daur Ulang KontenKonten Organik

Bima udah nulis thread panjang soal "dana darurat" bulan lalu, tapi cuma dipakai sekali terus nganggur. Padahal isinya masih relevan dan bisa dipecah jadi beberapa konten.

Input
[Brand Brief ditempel]
Tulisan panjang: thread "Dana Darurat: Kenapa Penting dan Cara Mulai" (soal berapa besar idealnya, di mana nyimpennya, cara nyicil ngumpulinnya)
Platform tujuan: Instagram, TikTok, Twitter/X
Output
5 potongan konten (dipilih 2):
1. Carousel IG 5 slide: "3 Kesalahan Orang Pas Mulai Nabung Dana Darurat"
3. Reels script 20 detik: cerita pendek "gaji abis di tanggal 20, gimana kalau ada dana darurat"
3
Jawaban Cepat DMLayanan & Laporan

Tiap habis posting soal dana darurat, DM Bima selalu banjir pertanyaan yang itu-itu lagi. Dia capek jawab manual satu-satu dengan kata-kata yang beda tiap kali.

Input
[Brand Brief ditempel]
Pertanyaan yang sering masuk: "dana darurat disimpen di mana enaknya?", "mulai investasi dari nominal berapa?", "gimana caranya lepas dari cicilan paylater?"
Jawaban faktual: simpan di rekening terpisah/reksadana pasar uang biar gampang dicairkan; investasi bisa mulai dari 100rb lewat reksadana; lepas paylater mulai dari stop pakai dulu, baru cicil pelan-pelan sisa tagihannya
Output
Versi santai buat "dana darurat disimpen di mana?":
"Taruh di rekening terpisah atau reksadana pasar uang, biar nggak ke-mix sama uang jajan tapi tetap gampang dicairkan pas butuh mendadak."
4
Prompt AI Video & VisualProduksi AI Visual

Carousel dana darurat dari langkah 2 butuh ilustrasi cover yang gampang dicerna, tapi Bima nggak jago desain. Slide pertama itu diubah jadi prompt ilustrasi edukasi.

Input
[Brand Brief ditempel]
Draf konten: carousel dana darurat dari langkah 2, slide pertama
Tool AI: Ideogram
Format: ilustrasi infografis, vertikal 9:16 buat cover Reels/carousel
Output
Flat design illustration of a young Indonesian professional calmly sorting money into labeled jars representing different savings goals (emergency fund, daily expenses, investment). Clean minimalist vector style, soft pastel blue and green palette, simple bold sans-serif number callouts, friendly approachable educational infographic aesthetic, vertical 9:16 format.
KONTENKILAT
© 2026 KONTENKILAT